Selasa, 05 Mei 2026

KONFLIK INDIVIDU DEWASA DAN ORGANISASI

 

KONFLIK INDIVIDU DEWASA DAN ORGANISASI

Argyris: Konflik antara Individu Dewasa dan Organisasi

Dalam karya awalnya (Personality and Organization, 1957), Argyris berargumen:

Organisasi modern cenderung memperlakukan orang dewasa seperti anak-anak

Maksudnya: Organisasi birokratis:

  • sangat hierarkis
  • penuh kontrol
  • membatasi otonomi

Sementara individu dewasa:

  • ingin mandiri
  • ingin berkembang
  • ingin menggunakan kapasitas penuh

Terjadi mismatch struktural:

  • kebutuhan organisasi ≠ kebutuhan psikologis individu

Respons Organisasi: Memberi Lebih Banyak Otonomi

Sebagai respons terhadap kritik ini:

  • organisasi mulai:
    • memberi tanggung jawab lebih besar
    • mendorong partisipasi
    • meningkatkan empowerment

👉 Ini juga sejalan dengan:

  • peningkatan produktivitas
  • efektivitas organisasi

Masalah Baru: Kepribadian Diabaikan

Namun teks menyoroti kritik lanjutan:

Fokus pada pemberdayaan membuat isu kepribadian justru diabaikan

Mengapa?

  • Dalam era:
    • diversity
    • equal employment opportunity

👉 Membahas “kepribadian yang cocok/tidak cocok” bisa dianggap:

  • sensitif
  • diskriminatif
  • berisiko hukum

 

Tidak Semua Orang Cocok

Penelitian modern mulai kembali pada isu ini:

Tidak semua tipe individu cocok dengan semua organisasi

  • Individu dengan karakter tertentu:
    • mungkin sukses di satu konteks
    • tetapi gagal di konteks lain

📌 Contoh:

  • Individu agresif, anti-otoritas:
    • dulu dianggap “heroic”
    • sekarang:
      • sering menjadi “misfit” dalam birokrasi

Teks mengaitkan kembali ke teori kuno dari Hippocrates:

Empat tipe temperamen:

  1. Sanguine
    • optimis, energik
  2. Melancholic
    • reflektif, cenderung murung
  3. Choleric
    • agresif, impulsif
  4. Phlegmatic
    • tenang, stabil

👉 Intinya:

  • variasi kepribadian itu fundamental dan persisten

a. Person–Organization Fit (P-O Fit)

  • Kesesuaian antara:
    • nilai individu
    • budaya organisasi

b. Person–Job Fit (P-J Fit)

  • Kesesuaian antara:
    • kemampuan/temperamen
    • tuntutan pekerjaan

c. Organizational Misfit

  • Ketika tidak cocok:
    • kinerja turun
    • stres meningkat
    • disengagement muncul

0 comments:

Posting Komentar