TOP MANAGER DI PEMERINTAHAN
Top managers (manajer puncak):
- Membuat
keputusan strategis besar
- Bertanggung
jawab atas keberhasilan organisasi secara keseluruhan
Dalam konteks
pemerintahan:
- Top
managers = pemimpin politik
(presiden, menteri, kepala daerah) - Mereka
memperoleh kekuasaan melalui:
- Pemilu
- Penunjukan
- (dalam
konteks ekstrem: perebutan kekuasaan)
📌 Contoh: Ketika
seorang presiden baru menjabat (misalnya di Amerika Serikat), ia dapat menunjuk
±3.000 posisi strategis.
Masalah utama
Banyak top managers Bukan profesional manajemen tapi Dipilih karena loyalitas politik, kedekatan
personal, kontribusi kampanye dan representasi
kelompok kepentingan
Implikasinya:
- Ada gap
antara keputusan politik dan kompetensi manajerial
- Ini
sangat relevan dalam literatur politics–administration dichotomy
Middle Management Di Pemerintahan
Middle managers (manajer menengah):
- Aktor
utama dalam praktik manajemen sehari-hari
- Berfungsi:
- Menerjemahkan
kebijakan dari top management
- Mengimplementasikan
kebijakan
- Menjalankan
operasional organisasi
📌 Mereka
adalah:
- Public
administrators (administrator publik profesional)
- Biasanya
memiliki:
- pendidikan
formal (MPA, MBA, kesehatan masyarakat, dll.)
- keahlian
teknis dan manajerial
👉 Ini adalah
kelompok yang:
- Menjadi core
dari profesi administrasi publik
- Memiliki managerial
capacity yang sebenarnya
First-line Managers (Manajer Lini Pertama)
- Berada di
bawah middle management
- Bertugas:
- Mengawasi
pegawai operasional (rank-and-file)
- Melaksanakan
kebijakan secara langsung
👉 Mereka adalah
“ujung tombak implementasi kebijakan”
Struktur
Hierarki Manajemen (Ringkasan)
Secara konseptual:
- Top
Management (Politik)
→ Membuat kebijakan & arah strategis - Middle
Management (Administrator Profesional)
→ Menerjemahkan & mengelola implementasi - First-line
Management
→ Mengawasi pelaksanaan teknis - Rank-and-file
employees
→ Pelaksana operasional






0 comments:
Posting Komentar