KONFLIK INDIVIDU DEWASA DAN ORGANISASI
Argyris: Konflik antara Individu Dewasa dan Organisasi
Dalam karya awalnya (Personality and Organization, 1957), Argyris
berargumen:
Organisasi modern cenderung memperlakukan orang dewasa seperti
anak-anak
Maksudnya: Organisasi birokratis:
- sangat
hierarkis
- penuh
kontrol
- membatasi
otonomi
Sementara individu dewasa:
- ingin
mandiri
- ingin
berkembang
- ingin
menggunakan kapasitas penuh
Terjadi mismatch struktural:
- kebutuhan
organisasi ≠ kebutuhan psikologis individu
Respons Organisasi: Memberi Lebih Banyak Otonomi
Sebagai respons terhadap kritik ini:
- organisasi
mulai:
- memberi
tanggung jawab lebih besar
- mendorong
partisipasi
- meningkatkan
empowerment
👉 Ini juga sejalan dengan:
- peningkatan
produktivitas
- efektivitas
organisasi
Masalah Baru: Kepribadian Diabaikan
Namun teks menyoroti kritik lanjutan:
Fokus pada pemberdayaan membuat isu kepribadian justru diabaikan
Mengapa?
- Dalam
era:
- diversity
- equal employment opportunity
👉 Membahas “kepribadian yang cocok/tidak
cocok” bisa dianggap:
- sensitif
- diskriminatif
- berisiko
hukum
Tidak Semua Orang Cocok
Penelitian modern mulai kembali pada isu ini:
Tidak semua tipe individu cocok dengan semua organisasi
- Individu
dengan karakter tertentu:
- mungkin
sukses di satu konteks
- tetapi
gagal di konteks lain
📌 Contoh:
- Individu
agresif, anti-otoritas:
- dulu
dianggap “heroic”
- sekarang:
- sering
menjadi “misfit” dalam birokrasi
Teks mengaitkan kembali ke teori kuno dari Hippocrates:
Empat tipe temperamen:
- Sanguine
- optimis,
energik
- Melancholic
- reflektif,
cenderung murung
- Choleric
- agresif,
impulsif
- Phlegmatic
- tenang,
stabil
👉 Intinya:
- variasi
kepribadian itu fundamental
dan persisten
a. Person–Organization Fit (P-O Fit)
- Kesesuaian
antara:
- nilai
individu
- budaya
organisasi
b. Person–Job Fit (P-J Fit)
- Kesesuaian
antara:
- kemampuan/temperamen
- tuntutan
pekerjaan
c. Organizational Misfit
- Ketika
tidak cocok:
- kinerja
turun
- stres
meningkat
- disengagement
muncul





